Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

RSS

Transfer Inspirasi Dua Jam Bersama Mba Ifa Avianty

Transfer Inspirasi Dua Jam Bersama Mba Ifa Avianty

            Jangan mementingkan pencitraan utamakan karya yang baik dan bermanfaat” Inilah selintingan kalimat yang saya tangkap dari pertemuan pelatihan FLP angkatan 16 bersama Mba Ifa Avianty, kalimat yang hampir sama maknanya dengan apa yang dikatakan Sutradara Film Denias, John De Rantau. “lu nggak perlu kenal gue yang penting lu kenal karya gue”  saya mendengar kalimat ini ketika saya menyambangin kediaman beliau pertama kali di bilangan Ciganjur, Jakarta. Boleh dibilang saya lebih suka dengan orang orang seperti mereka, mengispirasi dengan kesederhaan. Karya yang indah dikerjakan bukan dengan sembarangan tapi dengan kerja keras dan motivasi yang tinggi.

Nama mba Ifa Avianty  kerap kali aku lihat di beberapa status teman di jejaring sosial, siapa dia ?... itu yang pertama kali menghampiri otakku. Jujur aku belum pernah membaca buku karya Mba Ifa Avianty tapi begitu bertemu dengannya, sosoknya jadi begitu akrab, dengan pembawaannya yang apa adanya, mengaku masih harus belajar untuk berbicara di muka umum namun sudah  sangat baik menginspirasi pendengarnya. “Jadikanlah menulis sebagai nafas kita, cara berbagi kebaikan, jangan mudah sakit hati, luruskan niat, cintai menulis”. Yah…cintai menulis…mungkin karena beliau menyampaikannya dengan rasa cintanya pada dunia kepenulisannya yang membuat saya suka dengan materi yang ia sampaikan.

            Beberapa tips menulis di transfer kepada kami, yang pertama, jeli menangkap ide kemudian mengikatnya, ada beberapa buku bertema sederhana namun mampu menjadi best seller, contoh,  jerawat. Si penulis menceritakan kisah tentang benda kecil yang sering menganggu dan  mengurangi rasa percaya diri seseorang menjadi suatu bacaan yang menarik dan apik.  Kedua, mengasosiasikan ide menjadi berbagai cerita, novel bukan seperti cerpen yang terfokus pada satu pemeran saja, novel harus mengandung banyak konflik/ multiple conflict dan pesan namun tetap mengutamakan konflik si tokoh utama. Ketiga, jangan meremehkan ide/mengubur ide, catatlah apa saja yang menarika perhatiannmu, di handphone, catatan kecil atau alat tulis apapun agar ide yang datang tidak hilang, jangan selalu menanggap ide kecil itu tidak memiliki nilai, seorang penulis harus pandai menangkap ide yang datang. Keempat berusaha keras menghidupkan novel, buat tokoh benar- benar lengkap kehidupannya. Mulai dari sisi protagonist hingga dari sisi antagonis, bagaimana si tokoh menyelesaikan persoalannya, dan jangan lupa sisipkan pesan dalam tulisan “ Novel adalah perjalanan jatuh cinta, belajar mencintai dan banyak mencintai”

Jakarta, 06/05/2012, Created By : Yuniawati Rachmat


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Powered By Blogger

Total Tayangan Halaman